4 Permohonan Cerai Talak

Teknis persidangan permohonan cerai talak

Susunan praktis, runtut, dan disertai dasar hukum rinci sesuai regulasi terbaru (UU, KHI, HIR/RBg, PERMA e-Court & e-Litigasi).

1. Pendaftaran Perkara

A. Cara Pendaftaran

  1. E-Court / E-Litigasi
    • Pendaftar: Advokat atau pihak berperkara dengan akun e-Court.
    • Dokumen: Surat permohonan, KTP, buku nikah, dan lampiran pendukung.

Dasar hukum:

  1. PERMA No. 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik.
  2. SEMA No. 4 Tahun 2019.
  3. Pendaftaran manual
    • Membayar panjar biaya.
    • Mendapat nomor perkara dan penetapan hari sidang.

2.  Penunjukan Majelis Hakim

  • Ketua Pengadilan menetapkan majelis (3 hakim) atau hakim tunggal (kasus tertentu).
  • Panitera menunjuk panitera pengganti.

Dasar hukum:

  • Pasal 17A UU 48/2009.
  • Pasal 15 PP 9/1975 (administrasi perceraian).

3.   Pemanggilan Para Pihak

  • Dilakukan oleh juru sita/juru sita pengganti atau elektronik (e-Court).
  • Panggilan minimal 3 hari sebelum sidang.

Dasar hukum:

  • Pasal 26–28 PP 9/1975.
  • Pasal 390–393 RBg atau Pasal 121–122 HIR.
  • PERMA 1/2019 (panggilan elektronik sah).

4.   Sidang Pertama-Pemeriksaan Identitas & Mediasi

A.  Pemeriksaan identitas & kehadiran

  • Majelis memastikan identitas Pemohon dan Termohon.
  • Menilai sah/tidaknya panggilan.

Dasar hukum:

  • Pasal 134 HIR / 154 RBg.

B.  WAJIB MEDIASI

  • Hakim menunjuk mediator (hakim mediator atau non-hakim).
  • Dilakukan maksimal 30 hari, bisa diperpanjang 30 hari.
  • Jika gagal, dibuat laporan kesimpulan mediasi.

Dasar hukum:

  • PERMA No. 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi.

5. Penyampaian Permohonan Cerai Talak

  • Dibacakan di persidangan.
  • Pemohon menjelaskan alasan talak secara lisan.

Dasar hukum:

  • Pasal 22–23 PP 9/1975.
  • Pasal 15–16 KHI (dasar-dasar perceraian).

6.  Jawaban Termohon

  • Termohon memberi jawaban: mengakui, membantah, atau minta nafkah iddah/madhiyah/mut’ah.

Dasar hukum:

  • Pasal 118 HIR (acara perdata umum, berlaku subsidiair).
  • KHI Pasal 149 (hak-hak istri).

7. Replik – Duplik (jika diperlukan)

  • Tidak selalu dilakukan, tapi umum untuk memperjelas dalil.

Dasar hukum:

  • HIR/RBg (acara perdata tidak mengaturnya secara tegas, tetapi praktik tetap diterapkan).

8. Pembuktian

Pembuktian adalah tahapan inti cerai talak.

A.    Bukti surat

  • Buku nikah (wajib).
  • Akta kelahiran anak.
  • Surat-surat terkait kekerasan, perselingkuhan, pisah tempat tinggal, dll.

Dasar hukum:

  • Pasal 164 HIR / 284 RBg.
  • Pasal 1866 KUH Perdata.

B. Keterangan saksi

  • Minimal 2 saksi.
  • Saksi harus melihat, mendengar, atau mengalami sendiri fakta rumah tangga.

Dasar hukum:

  • Pasal 171–172 KHI.
  • Pasal 308 RBg / 145 HIR.

C. Pengakuan, persangkaan, sumpah

  • Majelis menilai bila bukti kurang.
    Dasar hukum:
  • Pasal 174–177 HIR.

9. Kesimpulan

  • Para pihak boleh menyampaikan kesimpulan tertulis.
    Dasar hukum:
  • Doktrin & praktik peradilan (tidak diatur eksplisit).

10.  Musyawarah Majelis & Putusan

Isi putusan cerai talak:

  1. Mengabulkan/menolak permohonan.
  2. Menyatakan alasan perceraian terbukti.
  3. Menetapkan sidang ikrar talak.
  4. Menetapkan hak-hak istri:
    • Mut’ah (Pasal 149 huruf a KHI).
    • Nafkah iddah (Pasal 149 huruf b KHI).
    • Maskan & kiswah (Pasal 149 huruf c KHI).
    • Nafkah madhiyah (jika diminta).
    • Hak asuh anak (Pasal 105 KHI).
  5. Biaya perkara.

11. Pelaksanaan Sidang Ikrar Talak

Prosedur:

  1. Pemohon hadir dan mengucapkan talak di depan majelis.
  2. Hakim mencatat ikrar talak ke dalam berita acara.
  3. Ikrar harus dilakukan maksimal 6 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

Dasar hukum:

  • Pasal 70 ayat (6) UU Peradilan Agama (UU 7/1989 jo. UU 3/2006 jo. UU 50/2009).
  • Pasal 131–133 KHI.

Jika Pemohon tidak hadir, permohonan cerai talak gugur demi hukum.
Dasar hukum:

  • Pasal 70 ayat (6) UU PA.

12. Penetapan Akta Cerai

  • Diterbitkan setelah ikrar talak.
  • Dicatat oleh Panitera dan Sekretaris.

Dasar hukum:

  • Perma 1/2019 (digital archive).
  • Pasal 84–85 PP 9/1975.

Rangkuman Alur Singkat

  1. Daftar perkara (e-Court/manual)
  2. Penetapan majelis
  3. Pemanggilan para pihak
  4. Sidang pertama → verifikasi → mediasi
  5. Penyampaian permohonan
  6. Jawaban
  7. Replik–duplik (opsional)
  8. Pembuktian (surat, saksi)
  9. Kesimpulan
  10. Putusan & penetapan sidang ikrar
  11. Ikrar talak
  12. Penerbitan akta cerai